Minggu, 18 Desember 2011

KISI-KISI UN SMP TH 2011-2012

KISI-KISI UN SMP-MTs-SMPLB-SMA-SMK TH 2011-2012

Rabu, 23 November 2011

KEGIATAN DAN TAGIHAN BERMUTU DI MGMP TAHUN 2011

Berikut ini beberapa tagihan BERMUTU di MGMP untuk tahun 2011 :

TAGIHAN/BUKTI
SIFAT
PENYUSUN
WAJIB
PILIHAN
KELOMPOK
INDIVIDU
1.    Kurikulum sekolah dan Silabus
Ö
-
-
Ö
2.    RPP setiap SK dan KD
Ö
-
-
Ö
3.    Jurnal / Portofolio
Ö
-
-
Ö
4.    Analisis Soal, Bank soal
Ö
-
Ö
-
5.    Hasil KTI
-
Ö
-
Ö
6.    CPD, Peta guru
Ö
-
Ö
-
7.    Peta guru sekolah/rapot guru
Ö
-
Ö
-

Sabtu, 19 November 2011

SANGGAR 10 ON SERVICE: PKG (Penilaian Kinerja Guru)



Hari ini Sabtu, 18 November 2011 dilaksanakan On Service Program Sanggar 10 di sekolah inti SMP N 1 Purwantoro. Guru Pemadunya adalah Joko Ristanto, S.Si. Sebagai materi adalah Penilaian Kinerja Guru. PKG akan dilaksanakan mulai Januari 2011..Ketua Sanggar 10: Ikhwan Supriyadi, S.Pd menyampaikan bahwa sebenarnya ketika kegiatan MGMP rutin diistilahkan 'kegiatan rutin MGMP Sanggar', sedangkan On Service adalah ketika Guru menerapkan materi yang didapat di tugas mengajar sehari-hari.

Rabu, 16 November 2011

KISI-KISI ULANGAN UMUM SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Ulangan umum semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 kian dekat. Bagi bapak/ibu yang menghendaki kisi-kisi Ulangan umum semester silahkan download [klik di sini]

Selasa, 08 November 2011

AKU ADALAH GURU

Lihatlah...seharian

aku telah diminta menjadi seorang aktor,

teman, penemu barang hilang, psikolog,

pengganti orangtua, pnasihat, hakim,

pengarah, motivator dan pembimbing ruhani murid-muridku.

Meski tersedia peta, grafik, formula,

kata kerja, cerita dan buku.

Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan

karena murid-muridku sebenarnya mempunyai diri mereka

sendiri untuk belajar.

Ketika di depan gerbang sekolahku,

semua kesedihan dan masalahku

akan larut bersama senyuman, ketulusan

dan cinta tulus murid-muridku yang terpancar

dari mata, senyuman dan sambutan hangat mereka setiap pagi,

Setiap hari akau bertempur melawan sikap negatif,

rasa takut, prasangka dan kelesuan,

tapi aku mempunyai sekutu-sekutu hebat,

kecerdasan, rasa ingin tahu, kreativitas, cinta dan tawa

yang bergegas menghampiriku

karenaya aku menjadi guru..

Kegiatan Awal ON SERVICE SANGGAR 10

Kegiatan pertama On Service Sanggar 10 dalam BERMUTU Program, Tahun 2011 dilaksanakan Sabtu tanggal 5 November 2011. Pertemuan tersebut yakni dilaksanakan sekolah inti SMP Negeri 1 Purwantoro sekaligus sebagai Sekretariat Sanggar 10.
Sebagai guru pemandu adalah Drs. Rendro Mardiyanto guru IPA SMP Negeri 1 Kismantoro. Materi yang disampaikan adalah tentang penggunaan ICT dalam pembelajaran yang sangat membantu pemahaman materi pelajaran oleh para siswa. Disampaikan pada saat kegiatan ini adalah Power Point Program. Guru IPA harus menguasai ICT ini karena banyak kelebihan Power Point dalam pembelajaran IPA.
Di Sanggar 10 guru IPA yang menguasai Power Point diperkirakan baru 75%, diharapkan dengan kegiatan BERMUTU ini dapat tercapai 100% penguasaan secara bertahap.
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan tanggal 19 November, tanggal 12 november tidak bisa dilaksanakan karena SMP N 1 Purwantoro sebagai sekolah inti ditunjuk sebagai tuan rumah Lomba MAPSI( Mata Pelajaran dan Seni Islami) tahun 2011 tingkat Kabupaten Wonogiri.

Minggu, 09 Oktober 2011

Ledakan Besar "Big Bang" Menggema ke Segenap Penjuru Peta Galaksi

Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang". Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society.

Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai "sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta."

Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.


Penemuan tersebut membenarkan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. Big Bang diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.

Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya. Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society [Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan].

Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika].

Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin American Astronomical Society [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.

Data yang diperoleh dari hasil kerja panjang dan teliti membenarkan sejumlah perkiraan yang dibuat puluhan tahun silam di bidang astronomi tentang asal usul galaksi. Di tahun 1960-an, para perumus teori memperkirakan bahwa galaksi-galaksi mungkin mulai terbentuk di wilayah-wilayah di mana materi berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar segera setelah peristiwa Big Bang. Jika perkiraan ini benar, maka cikal bakal galaksi-galaksi itu seharusnya dapat teramati dalam bentuk fluktuasi sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari Big Bang dan dikenal sebagai Radiasi Latar Alam Semesta.

Radiasi Latar Alam Semesta adalah radiasi panas yang baru mulai dipancarkan 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang. Radiasi ini, yang dipancarkan ke segenap penjuru di alam semesta, menampilkan potret sekilas dari jagat raya berusia 350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa peninggalannya] di masa kini. Radiasi ini, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965, diakui sebagai bukti mutlak bagi Big Bang yang disertai berbagai pengkajian dan pengamatan, dan diteliti secara sangat mendalam. Data yang diperoleh dari satelit COBE (Cosmic Background Explorer [Penjelajah Latar Alam Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang dibuat di tahun 1960-an dan mengungkap bahwa terdapat gelombang-gelombang kecil pada Radiasi Latar Alam Semesta. Meskipun ketika itu sebagian keterkaitan antara gelombang kecil tersebut dengan pembentukan galaksi telah ditentukan, hubungan ini saat itu belum dapat diperlihatkan secara pasti hingga baru-baru ini.

Namun, kaitan penting itu telah berhasil dirangkai dalam sejumlah pengkajian terakhir. Kelompok Colless dan kelompok Eisenstein telah menemukan kesesuaian antara gelombang-gelombang kecil yang terlihat pada Radiasi Latar Alam Semesta dan yang teramati pada jarak antar-galaksi. Dengan demikian telah dibuktikan secara pasti bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di tempat-tempat di mana materi yang muncul 350.000 tahun menyusul peristiwa Big Bang saling berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar.

Dalam jumpa pers mengenai pokok bahasan tersebut, Dr. Eisenstein mengatakan bahwa pola tersebarnya galaksi-galaksi di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang suara yang memunculkan pola penyebaran itu. Para peneliti berpendapat bahwa gravitasi mempengaruhi gelombang dan mengarahkan bentuk galaksi. Eisenstein membuat pernyataan berikut:

"Kami menganggap hal ini sebagai bukti kuat bahwa gravitasi telah memainkan peran utama dalam membentuk cikal bakal [galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang tersisa dari peristiwa Big Bang) menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi yang kita saksikan di sekeliling kita."

Dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan AAP, Russell Cannon, dari kelompok peneliti yang lainnya, mengatakan bahwa penemuan-penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan merangkum hasil penting penelitian itu dalam uraian berikut:

"Apa yang telah kami lakukan memperlihatkan pola galaksi-galaksi, penyebaran galaksi-galaksi yang kita saksikan di sini dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain yang terlihat pada sisa-sisa peninggalan peristiwa Big Bang…"

Sejumlah penemuan juga diperoleh dari pengkajian tentang kadar materi dan energi yang membentuk alam semesta, serta bentuk geometris alam semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi biasa, 25% materi gelap (yakni materi yang tidak dapat diamati tapi ada secara perhitungan), dan sisanya energi gelap (yakni energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang menyebabkan alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih besar dari yang diperkirakan). Sedangkan bentuk geometris alam semesta adalah datar.

Dukungan bagi Big Bang

Sejumlah penemuan yang dicapai dalam pengkajian ini telah semakin memperkokoh teori Big Bang. Dr. Cannon mengatakan bahwa penelitian tersebut menambah bukti yang sangat kuat bagi teori Big Bang tentang asal usul alam semesta dan menegaskan dukungan itu dalam perkataan berikut ini:

"Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah Big Bang -- bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus."

Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut, Sir Martin Rees, ahli astronomi terkenal dari Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda, kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya.

Physicsweb.org, salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di Internet, memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut "memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar Big Bang dengan tambahan model pengembangan alam semesta."

Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (Big Bang) dan kemudian mengalami perluasan (Pengembangan). Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia. Di dalam Al Qur'an semenjak 1.400 tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20.

Dua Informasi Penting mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al Qur'an

Di dalam Al Qur'an, dan di dalam Taurat dan Injil yang isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan bahwa alam semesta dan seluruh materi diciptakan dari ketiadaan; di dalam Al Qur'an, satu-satunya naskah yang belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain: alam semesta tengah mengalami pengembangan.

Pembentukan alam semesta menjadi "ada" dari "ketiadaan" diberitakan di dalam Al Qur'an sebagaimana berikut:

Dia Pencipta langit dan bumi. (QS. Al An'aam, 6:101)

Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini:

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)

Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni Big Bang dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al Qur'an di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al Qur'an telah diwahyukan oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al Qur'an, dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.

Sumber : Kumpulan Artikel Harun Yahya

Minggu, 02 Oktober 2011

Inservis Bermutu MGMP IPA Kab Wonogiri

Musim kegiatan MGMP IPA Bermutu tahun 2011-2012 telah dimulai. Diawali dengan inservis dari sanggar-sanggar MGMP IPA Bermutu se kabupaten Wonogiri. Salah satunya yang dilaksanakan di gedung SKB Kabupaten Wonogiri. Dengan pembicara dari Koordinator Bermutu Kabupaten Wonogiri Drs. TUNGGAL WIDODO BS, M.Pd yang menyampaikan kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Pengawas Setiawan, M.Pd, Ketua MGMP Rayon selaku DCT Drs. Irianto Mewal, M.Pd, dan Slamet Riyadi, M.Pd.
Kegiatan MGMP Bermutu IPA tahun ini merupakan tahun terakhir untuk program 3 tahun yang didanai dari dana pinjaman Bank Dunia. Dengan Program ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru-guru IPA se kabupaten Wonogiri.Kegiatan MGMP IPA Bermutu diawali dengan inservis di masing-masing Sanggar, dilanjutkan pertemuan rutin 16 kali pertemuan dan Desiminasi hasil di masing-masing sekolah, sehingga diharapkan dengan kegiatan ini profesionalitas guru-guru IPA semakin meningkat.
Guru-guru diharapkan dapat mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan yang nyata di lapangan/sekolah. Materi kegiatan disusun dari analisis TNA masing-masing sanggar yang disusun berdasar analisis kebutuhan sebelumnya, sehingga kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan keinginan masing-masing sanggar.
Sanggar-sanggar IPA Bermutu yang ada di Wonogiri terdiri dari 4 sanggar yang memasuki tahun ke 3 dan sisanya sebanyak 7 sanggar memasuki tahun ke 2.

Miskonsepsi Dalam Pembelajaran Biologi

Oleh: Bowo Sugiharto, S.Pd, M.Pd

Sekretaris Program P.Biologi FKIP UNS Surakarta

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu dan teknologi terus melaju seiring dengan melesatnya kebutuhan manusia dan kecanggihan alat bantu yang digunakan dalam penyelidikan ilmiah. Ada kalanya ketertinggalan informasi terbaru menyebabkan konsep-konsep yang seharusnya berubah atau diperbaiki menjadi salah dalam menyampaikannya kepada peserta didik, termasuk biologi. Di sisi lain, kesalahan dalam memahami konsep yang berlanjut alias diwariskan secara turun-temurun juga berandil besar dalam miskonsepsi. Pada artikel ini saya akan mencoba mengulas beberapa miskonsepsi yang sering terjadi pada pembelajaran biologi khususnya pada jenjang sekolah menengah.

1. Perbedaan DNA dan RNA

Sering kali disampaikan salah satu perbedaan DNA dan RNA adalah bahwa DNA terletak di dalam inti sel (nukleus) sedangkan RNA terdapat di luar inti sel.

koreksi:

DNA tidak hanya terdapat di dalam nukleus saja tetapi juga bisa berada di luar nukleus. Mitokondria dan kloroplas adalah organel yang berada di luar nukleus, keduanya mempunyai DNA. Oleh karena itu DNA dapat berada di luar nukleus. Sementara RNA tidak hanya dijumpai di luar inti sel saja. Tentu kita masih ingat bahwa pada saat transkripsi RNA dari DNA sebelum meninggalkan inti sel RNA masih berada di dalam inti sel.

2. Transkripsi adalah pembentukan RNAduta

Transkripsi sering hanya dimaksudkan untuk membahas pembentukan RNA duta atau mRNA saja, terutama jika sedang mendiskusikan proses sintesis protein.

koreksi:

Proses transkripsi tidak hanya dimaksudkan untuk pembentukan RNA duta atau mRNA saja. Kita tahu bahwa bermacam-macam RNA seperti mRNA, tRNA, rRNA, sRNA dan sebagainya. Semua macam RNA tersebut dibentuk atau dihasilkan melalui proses transkripsi.

3. Hukum Mendel I adalah Hukum Persilangan Monohibrid dan Hukum Mendel II adalah Hukum Persilangan Dihibrid

Konsep yang mengajarkan tentang Hukum Mendel I sering kali diterjemahkan dengan potong kompas yaitu mengarah pada persilangan monohibrid. Demikian pula Hukum Mendel II sering kali dimaksudkan untuk membidik persilangan dihibrid.

Koreksi:


Hukum Mendel I
Hukum Mendel I lebih sering dikenal dengan Hukum segregasi bebas, yaitu memisahnya gen-gen sealela secara bebas pada saat meiosis pembentukan sel gamet. Memang fenomena ini mudah diamati pada persilangan monohibrid, akan tetapi bukan berarti Hukum ini hanya terjadi pada persilangan monohibrid saja.
Hukum Mendel II

Hukum Mendel II sering dikenal dengan hukum asortasi bebas yaitu terjadinya penggabungan gen-gen yang tidak sealela sehingga melengkapi informasi genetik dalam sebuah sel gamet. Sebagai contoh misalnya ada individu dengan genotip MmNn pada saat pembentukan gamet akan menghasilkan informasi genetik separoh dari semua informasi genetik individu tersebut sehingga gen M dapat mengelompok dengan N ataupun n menjadi MN atau Mn. Demikian pula gen m secara bebas akan mengelompok dengan N atau n menjadi mN atau mn. Adanya pengelompokan gen yang tidak sealela ini hanya mungkin terjadi pada persilangan yang memperhatikan minimal dua sifat beda (dihibrid), bukan berarti hukum Mendel II adalah hukum persilangan dihibrid. Pada persilangan yang memperhatikan lebih banyak sifat beda seperti trihibrid, tetrahibrid dst juga terjadi demikian.

4. Pengertian Organ
Masih saja ada yang mendefinisikan organ dengan tidak tepat. Definisi yang seing keliru tentang organ adalah bahwa organ adalah kumpulan dari jaringan yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

koreksi:

Jika organ merupakan kumpulan dari jaringan yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama maka justru fungsi organ tidak akan efektif. Organisasi pada tingkat organ akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika terdiri dari banyak jaringan yang berbeda. Sebagai conoth misalnya organ mata, padanya dapat kita jumpai adanya jaringan neuroepitelium, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat.

5. Osmosis dan Difusi

Pemahaman konsep osmosis sering kali keliru terutama jika pengertiannya dikaitkan dengan difusi. Osmosis sering disalah artikan yaitu dianggap kebalikan dari proses difusi.

koreksi:

Difusi adalah pergerakan atau perpindahan molekul terlarut dari konsentrasi larutan tinggi (hipertonis) menuju konsentrasi rendah (hipotonis) baik melalui atau tanpa melalui membran. Osmosis adalah pergerakan atau perpindahan molekul pelarut (air) dari konsentrasi rendah (hipotonis) menuju konsentrasi tinggi (hipotonis). Ingat yang bergerak adalah molekul pelarutnya yang bertujuan untuk meniadakan gradien konsentrasi seperti halnya yang terjadi pada difusi juga bertjuan untuk meniadakan gradien konsentrasi. Dengan kata lain kondisi akhir proses difusi maupun osmosis adalah sama-sama menuju keadaan isotonis. Dengan demikian tidak ada yang dapat dipertentangkan antara difusi dengan osmosis.

Siaturahmi Guru-Guru IPA Sub Rayon 04



Memulai langkah baru setelah libur 2 minggu sebelum dan sesudah lebaran, Pengurus MGMP IPA sub rayon 04 mengundang semua guru IPA se sub rayon 04. Ajang tersebut dikemas dalam acara rapat koordinasi dan sekaligus ajang pembekalan kompetensi spiritual guru-guru IPA. Acara yang dilaksanakan Sabtu, 17 September 2011 kemarin di gedung serbaguna Laras Slogohimo, dihadiri hampir semua guru-guru IPA se sub rayon 04. Giyadi, S.Pd selaku sekretaris MGMP menjelaskan dari 70 an guru IPA yang tercatat hampir 80 % yang hadir. "Dari 20 sekolah yang ada di sub rayon 04, tercatat 3 sekolah yang tidak mengirimkan guru-gurunya, dan dimungkinkan memang ada acara di sekolah-sekolah tersebut. " Acara tersebut juga dihadiri jajaran pengurus MKKS sub rayon 04, Ketua MKKS Sudirman, S.Pd , koordinator IPA Sri Hartantiningrum, S.Pd, M.Pd, 2 Kepala Sekolah inti Sanggar bermutu dan juga dihadiri para guru senior IPA sub rayon 04. Dalam sambutannya Ketua MKKS mengharapkan even ini dapat meningkatkan kompetensi guru-guru IPA khususnya kompetensi spiritual disamping pengembangan kompetensi keprofesionalan. "Diharapkan dana sertifikasi yang cair dapat dipergunakan untuk pengembangan diri, sosial, spiritual sehingga pertanggungjawaban secara moral dapat dipertanggungjawabkan,"
Terlepas dari itu Asmuni, S.Pd guru SMP 2 Jatisrono yang ditunjuk sebagai pembicara tunggal mengatakan pentingnya bersyukur kepada Tuhan, karena semakin hari kesejahteraan guru semakin meningkat, terbukti dengan adanya sertifikasi guru. Hendaknya manifestasi syukur itu ditunjukkan dengan peningkatan kinerja guru. "Guru tidak hanya dituntut mengajar saja, tapi yang paling berat adalah mendidik, karena mendidik tidak hanya lewat teori tetapi lebih kepada pemberian teladan kepada para siswa.
Acara diakhiri dengan foto-foto dan jabat tangan bersama disertai pengundian doorprise dari sponsor penerbit Sinar Mandiri Klaten yang mencetak LKS Cakra. Total ada 10 doorprise yang dibagikan.

Sabtu, 10 September 2011

REVISI PROPOSAL BERMUTU

Penandatanganan MoU BERMUTU Tahun 2011 akan dilaksanakan tanggal 11-13 September 2001 oleh ketua-ketua Sanggar MGMP bertempat di Hotel Lor In Solo. Sebagai bekal mengikuti kegiatan tersebut silahkan download hasil penilaian proposal dan panduan revisi proposal BERMUTU.
Untuk download silahkan [klik di sini]

Selasa, 07 Juni 2011

Out Bond Amanah 2011





Melepas penat setelah menjalani rutinitas membimbing siswa menjadi agenda Pengurus MGMP IPA kabupaten Wonogiri. Out bond adalah sebuah pilihan yang menarik untuk dijalani.Kegiatan Out bond dilaksanakan tanggal 2 Juni 2011 bertempat di Agrowisata Amanah Karangpandan, Karanganyar.Peserta Outbond ini terdiri dari unsur-unsur pengurus inti MGMP IPA Rayon Wonogiri, Penulis Buku BES Cakra, Perwakilan dari 5 sub rayon IPA yang ada. Kuota 30 peserta yang diundang, hadir 24 peserta. Hal ini tidak mengurangi kebersamaan antar pengurus.

Sabtu, 04 Juni 2011

Fisika di Balik Keindahan Bulu Merak

Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.

Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal. (1)



Zi dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu. Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.

"Ekor merak jantan memiliki keindahan yang memukau karena pola-pola berbentuk mata yang berkilau, cemerlang, beraneka ragam dan berwarna," kata Zi, yang kemudian mengatakan, "ketika saya memandang pola berbentuk mata yang terkena sinar matahari, saya takjub akan keindahan bulu-bulu yang sangat mengesankan tersebut."(2) Zi menyatakan bahwa sebelum pengkajian yang mereka lakukan, mekanisme fisika yang menghasilkan warna pada bulu-bulu merak belumlah diketahui pasti. Meskipun mekanisme yang mereka temukan ternyata sederhana, mekanisme ini benar-benar cerdas.

Jelas bahwa terdapat desain yang ditata dengan sangat istimewa pada pola bulu merak. Penataan kristal-kristal dan ruang-ruang [celah-celah] teramat kecil di antara kristal-kristal ini adalah bukti terbesar bagi keberadaan desain ini. Pengaturan antar-ruangnya secara khusus sungguh memukau. Jika hal ini tidak ditata sedemikian rupa agar memantulkan cahaya dengan sudut yang sedikit berbeda satu sama lain, maka keanekaragaman warna tersebut tidak akan terbentuk.

Sebagian besar warna bulu merak terbentuk berdasarkan pewarnaan struktural. Tidak terdapat molekul atau zat pewarna pada bulu-bulu yang memperlihatkan warna struktural, dan warna-warna yang serupa dengan yang terdapat pada permukaan gelembung-gelembung air sabun dapat terbentuk. Warna rambut manusia berasal dari molekul warna atau pigmen, dan tak menjadi soal sejauh mana seseorang merawat rambutnya, hasilnya tidak akan pernah secemerlang dan seindah bulu merak.

Telah pula dinyatakan bahwa desain cerdas pada merak ini dapat dijadikan sumber ilham bagi rancangan industri. Andrew Parker, ilmuwan zoologi dan pakar pewarnaan di Universitas Oxford, yang menafsirkan penemuan Zi mengatakan bahwa penemuan apa yang disebut sebagai kristal-kristal fotonik pada bulu merak memungkinkan para ilmuwan meniru rancangan dan bentuk tersebut untuk digunakan dalam penerapan di dunia industri dan komersial. Kristal-kristal ini dapat digunakan untuk melewatkan cahaya pada perangkat telekomunikasi, atau untuk membuat chip komputer baru berukuran sangat kecil. (3)

Jelas bahwa merak memiliki pola dan corak luar biasa dan desain istimewa, dan berkat mekanisme yang sangat sederhana ini, mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melihat barang dan perlengkapan yang memiliki lapisan sangat cemerlang pada permukaannya. Namun, bagaimanakah desain memesona, cerdas dan penuh ilham semacam ini pertama kali muncul? Mungkinkah merak tahu bahwa warna-warni pada bulunya terbentuk karena adanya kristal-kristal dan ruang-ruang antar-kristal pada bulunya? Mungkinkah merak itu sendiri yang menempatkan bulu-bulu pada tubuhnya dan kemudian memutuskan untuk menambahkan suatu mekanisme pewarnaan padanya? Mungkinkah merak telah merancang mekanisme itu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan desain yang sangat memukau tersebut? Sudah pasti tidak.

Sebagai contoh, jika kita melihat corak mengagumkan yang terbuat dari batu-batu berwarna ketika kita berjalan di sepanjang tepian sungai, dan jika kita melihat pula bahwa terdapat pola menyerupai mata yang tersusun menyerupai sebuah kipas, maka akan muncul dalam benak kita bahwa semua ini telah diletakkan secara sengaja, dan bukan muncul menjadi ada dengan sendirinya atau secara kebetulan. Sudah pasti bahwa pola-pola ini, yang mencerminkan sisi keindahan dan yang menyentuh cita rasa keindahan dalam diri manusia, telah dibuat oleh seorang seniman. Hal yang sama berlaku pula bagi bulu-bulu merak. Sebagaimana lukisan dan desain yang mengungkap keberadaan para seniman yang membuatnya, maka corak dan pola pada bulu merak mengungkap keberadaan Pencipta yang membuatnya.

Sumber : Kumpulan Artikel Harun Yahya

Jumat, 03 Juni 2011

Dag Dig Dug Akhirnya Terjawab

Napas lega setelah kurang lebih sebulan menanti hasil UN yang dilaksanakan para siswa akhirnya terjawab sudah. IPA sebagai salah satu mapel yang di UN kan secara umum dapat mendongkrak nilai rata-rata secara keseluruhan. Nilai sempurna 10 untuk mapel IPA yang selama ini masih menjadi harapan bagi sebagian besar siswa SMP di Kabupaten Wonogiri, untuk tahun ini sudah hampir merata dirasakan seluruh sekolah. Tidak hanya sekolah-sekolah favorit di kota-kota saja, sekolah-sekolah di luar kota pun sudah mulai menunjukkan taringnya untuk mapel IPA. Satu sekolah bahkan ada yang melampaui jumlah 20-an. Selamat bagi sekolah-sekolah yang dapat menghantarkan siswa-siswa mendapatkan nilai sempurna untuk mapel IPA. Selamat bagi guru-guru IPA Kabupaten Wonogiri, perjuangan tak kenal lelah semoga menjadi nilai ibadah bagi kita-kita semua.
Amin.

Selasa, 10 Mei 2011

Ilmu Pengetahuan Alam

Senin, 09 Mei 2011

Kisi-kisi Ulangan Kenaikan Kelas 2010/2011

Bagi bapak/ibu Guru yang menghendaki Kisi-kisi Ulangan Kenaikan Kelas 2010/2011 untuk mata pelajaran IPA kelas 7 dan 8 silahkan download dengan [klik di sini]

Jumat, 14 Januari 2011

POS UJIAN NASIONAL 2010/2011

Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa,dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2010/2011 silahkan download [klik di sini]

Jumat, 07 Januari 2011

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 DAN 46 TAHUN 2010 TENTANG UJIAN NASIONAL

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2010 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2010/2011 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah Dan Ujian Nasional Pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2010/2011 Silahkan Download di sini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan