Lihatlah...seharian aku telah diminta menjadi seorang aktor, teman, penemu barang hilang, psikolog, pengganti orangtua, pnasihat, hakim, pengarah, motivator dan pembimbing ruhani murid-muridku. Meski tersedia peta, grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku. Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan karena murid-muridku sebenarnya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar. Ketika di depan gerbang sekolahku, semua kesedihan dan masalahku akan larut bersama senyuman, ketulusan dan cinta tulus murid-muridku yang terpancar dari mata, senyuman dan sambutan hangat mereka setiap pagi, Setiap hari akau bertempur melawan sikap negatif, rasa takut, prasangka dan kelesuan, tapi aku mempunyai sekutu-sekutu hebat, kecerdasan, rasa ingin tahu, kreativitas, cinta dan tawa yang bergegas menghampiriku karenaya aku menjadi guru..