Kombel MGMP IPA SR 03 Baturetno Dorong Penguatan Literasi dan Numerasi pada Pembelajaran IPA
BATURETNO – Komunitas Belajar (Kombel) MGMP IPA SMP Subrayon 03 Baturetno
menyelenggarakan kegiatan Penguatan Literasi dan Numerasi pada Pembelajaran
IPA pada Sabtu (29/08/2026) bertempat di ruang pertemuan SMP Negeri 1
Baturetno. Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tersebut
diikuti oleh 27 guru IPA sebagai upaya memperkuat kompetensi profesional guru
dalam mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam pembelajaran IPA.
PKB sebagai Ruang Belajar Bersama
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh
moderator, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan
doa bersama. Selanjutnya, Ketua Kombel MGMP IPA SMP SR 03 Baturetno, Purwanto,
S.Pd., Fis., menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi kepada seluruh
peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan di tengah berbagai
tugas dan pekerjaan di sekolah masing-masing.
Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
merupakan bagian dari rencana kegiatan Kombel pada semester ini. Selain
kegiatan pertama berupa penguatan literasi dan numerasi, kegiatan berikutnya
akan diinformasikan lebih lanjut. Ia juga menyampaikan rencana penyusunan perangkat
pembelajaran IPA untuk kelas 7, 8, dan 9 yang sebelumnya belum sempat
terlaksana.
Sementara itu, Koordinator Kombel MGMP IPA SR 03 Baturetno, Deni Iwan Saputro, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kali ketiga dirinya membersamai guru-guru IPA dalam kegiatan komunitas belajar. Deni menegaskan bahwa belajar bersama guru-guru menjadi salah satu prioritasnya. Menurutnya, kegiatan PKB maupun berbagai bentuk kegiatan pengembangan profesional pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga dan meningkatkan kompetensi serta keprofesionalan guru. “PKB atau apa pun entitasnya, semua bermuara bagaimana kita selalu menjaga kompetensi dan keprofesionalan kita sebagai guru,” ungkap Deni.
Ia juga mengingatkan bahwa guru merupakan aktor
sekaligus ujung tombak utama dalam implementasi penguatan literasi dan numerasi
di sekolah. Sebagai dasar pijakan, ia menyebutkan Peraturan Pemerintah Nomor
57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan serta Panduan
Implementasi Penyelenggaraan Literasi dan Numerasi pada Jenjang Pendidikan
Dasar dan Menengah yang diterbitkan Kemendikdasmen pada Maret 2024.
Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran IPA
Materi kegiatan disampaikan oleh Budi
Hartanto, S.Pd., M.Pd., guru IPA SMP Negeri 1 Giritontro. Dalam pemaparannya,
Budi mengajak peserta memahami kembali mengapa penguatan literasi dan numerasi
menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar
yang dibutuhkan murid. Di sisi lain, masih terdapat kesenjangan capaian literasi
dan numerasi yang menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas hasil belajar.
Penguatan kedua kompetensi tersebut juga bukan semata-mata tanggung jawab guru
Bahasa Indonesia dan Matematika, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh
pendidik, termasuk guru IPA.
Tuntutan pembelajaran abad ke-21 turut
menempatkan kemampuan literasi dan numerasi sebagai bagian penting dari
kemampuan bernalar. Penguatan keduanya juga memiliki keterkaitan erat dengan
implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) yang menempatkan kemampuan
memahami, mengolah informasi, dan bernalar sebagai bagian dari proses belajar
yang bermakna.
Budi menjelaskan bahwa perjalanan kebijakan
pendidikan menunjukkan perkembangan posisi literasi dan numerasi yang semakin
penting. Keduanya kini tidak hanya dipandang sebagai kemampuan dasar membaca
dan berhitung, tetapi menjadi fondasi kemampuan bernalar dan belajar secara
mendalam.
Dalam konteks transformasi pendidikan,
pemerintah juga terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran, di antaranya Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta penguatan
literasi, numerasi, dan sains-teknologi.
Melihat Kondisi Literasi dan Numerasi Indonesia
Untuk memberikan gambaran mengenai tantangan
yang dihadapi, peserta diajak mencermati data capaian literasi dan numerasi
Indonesia dalam asesmen internasional PISA 2022.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia berada pada peringkat 69 dari 81 negara peserta. Data tersebut menunjukkan bahwa kualitas hasil belajar masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pendidikan Indonesia. Materi juga menunjukkan bahwa sekitar 75 persen anak usia 15 tahun di Indonesia memiliki kemampuan membaca di bawah standar, sementara sekitar 82 persen memiliki kemampuan matematika di bawah standar. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan khusus atau pada mata pelajaran tertentu saja. Pembiasaan perlu hadir secara konsisten dan berkesinambungan dalam berbagai proses pembelajaran.
Dalam pembelajaran IPA, penguatan literasi dapat
dilakukan melalui aktivitas memahami teks, membaca informasi,
menginterpretasikan grafik, mencermati infografik, serta mengolah berbagai
bentuk informasi yang berkaitan dengan fenomena sains. Sementara itu, kemampuan
numerasi dapat dikembangkan melalui kegiatan membaca dan mengolah data,
memahami tabel dan grafik, melakukan perhitungan sederhana, serta menggunakan
angka untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Dari Materi ke Latihan dan Refleksi
Setelah pemaparan materi, peserta tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga langsung berlatih melalui berbagai soal literasi dan numerasi. Latihan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk melihat bagaimana kemampuan literasi dan numerasi dapat diintegrasikan dalam konteks pembelajaran IPA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi. Peserta diajak memikirkan kembali langkah yang akan dilakukan setelah mengikuti kegiatan, terutama bagaimana penguatan literasi dan numerasi dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Refleksi menjadi bagian penting karena keberhasilan PKB tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan selama kegiatan, tetapi diharapkan berlanjut pada perubahan dan penguatan praktik pembelajaran di sekolah.
Melalui kegiatan ini, Kombel MGMP IPA SR 03
Baturetno terus membangun ruang belajar bersama bagi guru IPA. Penguatan
literasi dan numerasi diharapkan dapat dilakukan secara konsisten dan
berkesinambungan sehingga pembelajaran IPA tidak hanya mengembangkan penguasaan
konsep sains, tetapi juga kemampuan murid dalam memahami informasi, mengolah
data, bernalar, dan memecahkan masalah.
Kegiatan ditutup setelah seluruh rangkaian
kegiatan selesai dilaksanakan. Melalui PKB yang berkelanjutan, Kombel MGMP IPA
SR 03 Baturetno berkomitmen untuk terus menjaga semangat belajar bersama dan
meningkatkan kompetensi profesional guru demi terwujudnya pembelajaran yang
semakin bermakna bagi peserta didik. (Dwi Susanti).



Salam IPA. Integritas, Peduli, Amanah
BalasHapus