Guru IPA Subrayon 05 Purwantoro Perkuat Kompetensi melalui Gemini Academy 2026
PURWANTORO, 5 September 2026 — Semangat meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi mewarnai kegiatan Komunitas Belajar MGMP IPA Subrayon 05 Purwantoro, Sabtu (5/9/2026). Bertempat di SMPN 1 Purwantoro, kegiatan tersebut diikuti oleh guru-guru IPA SMP yang tergabung dalam Subrayon 05 Purwantoro.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para guru untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, bertukar praktik baik, sekaligus memperkuat kapasitas sebagai pendidik. Tidak hanya membahas aspek keterampilan mengajar, forum tersebut juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal dan mempraktikkan pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), dalam mendukung pembelajaran.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang muncul dalam pembelajaran dapat menjadi bahan diskusi bersama. Melalui kolaborasi, guru dapat saling memberikan masukan, menemukan alternatif solusi, sekaligus menyebarluaskan praktik baik yang telah terbukti efektif di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 1 Purwantoro, Nanang Bachtiar, S.Pd., M.Pd., selaku tuan rumah pertemuan, dalam sambutannya mendorong guru IPA untuk terus meningkatkan kompetensi dan terbuka terhadap berbagai inovasi pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran IPA memiliki karakteristik yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan pengamatan, praktikum, dan eksperimen. Karena itu, keterampilan guru dalam merancang dan mengelola kegiatan eksperimen perlu terus diperkuat.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah Microteaching Experiment Training. Kegiatan ini merupakan latihan bagi guru untuk mempraktikkan pembelajaran eksperimen dalam skala kecil dan terkontrol. Guru dapat berlatih mulai dari merancang kegiatan, menyiapkan langkah eksperimen, memberikan instruksi, mengelola peserta didik, hingga melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
Melalui microteaching, guru memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung berbagai keterampilan mengajar sebelum menerapkannya dalam pembelajaran yang sebenarnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru menciptakan pembelajaran IPA yang lebih aktif, kontekstual, dan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.
Selain penguatan keterampilan pembelajaran berbasis eksperimen, kegiatan juga diisi dengan pengimbasan Gemini Academy 2026. Pengimbasan dilakukan oleh enam trainer Gemini Academy 2026, yaitu Nurhamudin, Johan Efvendi, Umu Mar'ah, Nurul Firdausi, Yuni Atika Wuryanto, dan Siti Suryaningsih. Para trainer mengenalkan berbagai fitur Gemini yang dapat dimanfaatkan untuk membantu tugas profesional guru. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI untuk mengembangkan ide pembelajaran, menyiapkan bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, menyusun berbagai kebutuhan pembelajaran, serta mendukung kreativitas guru.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk mencoba secara langsung berbagai fitur Gemini. Dengan praktik tersebut, guru diharapkan semakin memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
Pemanfaatan Gemini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan efektivitas guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Sebagai bagian dari rangkaian pengimbasan Gemini Academy 2026, para peserta juga mengikuti ujian Gemini. Ujian tersebut menjadi sarana untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta setelah mengikuti materi dan praktik. Peserta yang menyelesaikan rangkaian ujian mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi sekaligus bukti telah mengikuti kegiatan dan menyelesaikan evaluasi.
Rangkaian kegiatan Komunitas Belajar MGMP IPA Subrayon 05 Purwantoro tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya belajar, berbagi, dan berkolaborasi di kalangan guru. Perpaduan antara Microteaching Experiment Training, berbagi praktik baik, dan pengimbasan Gemini Academy 2026 menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan melalui penguatan keterampilan pedagogis sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dari forum kolaborasi guru tersebut diharapkan lahir berbagai praktik pembelajaran yang semakin inovatif, relevan, dan bermakna. Guru tidak hanya dituntut mampu menguasai materi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memilih strategi, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik aktif berpikir dan bereksplorasi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan berawal dari kemauan guru untuk terus belajar dan berkembang. Guru belajar, guru berbagi, guru berkolaborasi, dan dari guru yang terus berkembang lahir pembelajaran yang semakin berkualitas bagi peserta didik.


Komentar
Posting Komentar